Anakku…

Terus menangislah nak, selagi kau mampu menangis dihadapanku, aku ibumu memang tak mampu memberikan segala yang kau mau,

Aku orang yang belum bisa menyenangkan dengan segala keinginanmu. Dan kau tau itu.

Menangislah nak, jika itu pelampiasan kemarahanmu padaku, pada ibumu…. Yang hanya bisa berikan sarapan lauk dengan seadanya tanpa ada serat-serat yang lezat. Tiada buah-buahan nikmat kalangan kolongmerat.

Andaikan kau tau, nak. Hati ibumu ini bagaikan tersayat perih ketika melihat usang bajumu yang sudah banyak tisikkan jahit pada seragam sekolahmu sementara semua teman-temanmu memakai seragam putih dan baru. Dan sepatumu yang hampir menganga karena lelah kau ajak berjalan ditengah panas dan hujan saat berangkat dan pulang sekolah. Andaikan mampu kuganti terbaik buatmu

Hati ibumu ini tercabik saat dalam tidurmu kau mengigau “asikkk, naik sepeda baru..” rupanya pagi itu deretan sepeda baru dipasar saat kau ikut belanja ibumu ini telah mengusik mimpimu, dan kau tau ibumu takkan mampu berikan itu… Cukup kau nikmati dalam mimpimu

Maafkan ibumu ini ya, nak.. yang belum bisa menyeka air matamu untuk kebahagiaan dunia semu, tapi percayalah nak… Disetiap langkahmu doa ibumu ini, selalu menyertaimu.

LellyHapsari/RumahMedia