Anakku, Perkuat Akidahmu

Anakku, perkuat akidahmu. Karena, akidah yang benar merupakan landasan tegaknya agama dan kunci diterimanya amalan. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah Swt di dalam firman-Nya:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” (QS. Al Kahfi: 110)

Allah Swt juga berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65)

Anakku, perkuat akidahmu. Karena ketika amalanmu bercampur dengan kesyirikan, maka Allah Swt tidak akan menerimanya. Oleh sebab itulah para Rasul sangat memperhatikan perbaikan akidah sebagai prioritas pertama dakwah mereka. Inilah dakwah pertama yang diserukan oleh para Rasul kepada kaum mereka, agar menyembah kepada Allah saja dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya. Hal ini telah disampaikan oleh Allah di dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allah)’.”(QS. An Nahl: 36)

Anakku, perkuat akidahmu. Karena penyimpangan dari akidah yang benar adalah sumber petaka dan bencana. Jika seseorang tidak mempunyai akidah yang benar, maka sangat rawan termakan oleh berbagai macam keraguan dan kerancuan pemikiran. Bahkan jika sampai mereka berputus asa, tak segan mengakhiri hidupnya dengan cara yang sangat mengenaskan yaitu dengan bunuh diri. Sebagaimana pernah kita dengar ada remaja yang gantung diri hanya karena diputus pacarnya.

Anakku, perkuat akidahmu. Ketika sebuah masyarakat tidak dibangun di atas pondasi akidah yang benar, akan sangat rawan terbius berbagai kotoran pemikiran di antaranya sekulerisme, materialisme, liberalisme, dan segala isme lainnya. Akibatnya, semua dinilai dari manfaat tidaknya. Untung ruginya. Semua hanya untuk kepentingan pribadi. Bahkan rela mengorbankan orang lain demi kesenangan diri sendiri. Bisa jadi, mereka akan jadi budak dunia yang tak lagi memikirkan kepentingan akhirat.

Anakku, perkuat Akidahmu. Ketahuilah, sesungguhnya di balik alam semesta, manusia dan hidup, terdapat Sang Pencipta (Al-Khaliq) yang telah menciptakan ketiganya dan juga yang lainnya. Sesungguhnya, Allah Swt-lah yang menciptakanmu dari ketiadaan dan menyempurnakan nikmat-Nya baik lahir maupun batin untukmu. Ingatlah bahwa Allah Swt telah berfirman :
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl : 78).

Anakku, perkuat akidahmu. Gunakan akalmu untuk berpikir dan membuktikan, bahwa di balik semua benda yang dapat diindera, pastilah terdapat Pencipta yang telah menciptakannya dan juga mengaturnya. Lihatlah, betapa manusia dan semua yang ada di kehidupan alam semesta ini, berada dalam kondisi lemah dan terbatas. Karena kondisi inilah, mereka butuh sesuatu yang maha kuat, dan tak terbatas kekuatannya, yang bisa mengatur seluruh kehidupan di alam semesta ini. Kekuatan yang tak terbatas itu adalah Allah sang Khaliq dan Mudabbir. Dengan berpikir, sejatinya akan mengantarkan pada keyakinan kita akan keberadaan Allah Swt. Keyakinan itulah yang dinamakan dengan keimanan. Ingatlah, bahwa Allah telah berfirman :

“Sesungguhnya pada langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah untuk orang-orang yang beriman. Pada penciptaan kalian dan pada binatang-binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang yakin.” (QS. Al-Jatsiyah :3-4).

Anakku, perkuat akidahmu. Keyakinan kepada Allah sang Khaliq dan sang Mudabbir, akan mendorong kita untuk mengagungkan dan mensucikan-Nya lewat ibadah yang dilakukan. Untuk beribadah yang benar, kita harus mengikuti apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Beliau adalah seorang Rasul yang ditugaskan untuk menyampaikan Wahyu Allah (Islam) kepada seluruh umat manusia. Ingatlah firman Allah Swt berikut ini :
“Dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al Anbiya : 107).

“Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian, mencukupkan bagi kalian nikmat-Ku dan meridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS Al Maidah : 3)

Anakku, perkuat akidahmu. Ketahuilah, Islam adalah satu-satunya gama yang diridhai Allah dan akan mengantarkan pemeluknya menuju surga. Oleh karena itu, ketika kita sudah mengaku sebagai umat Islam maka kita wajib taat pada aturan Islam, yang semuanya ada di dalam Al Qur’an. Kita wajib mengimani bahwa Al Qur’an adalah berasal dari Allah Swt bukan buatan manusia. Ingatlah firman Allah Swt :
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.” (QS. Al Insan :23).

“Inilah kitab yang tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al Baqarah : 2).

Anakku, perkuat akidahmu. Tetapkanlah hatimu di jalan Islam. Sempurnakanlah keimananmu terhadap Allah, para rasul dan Al Qur’an yang dapat dijangkau oleh akal manusia. Sementara itu, dengan mempelajari Al Qur’an, kita akan dapat mengimani hal lain yang tak dapat dijangkau oleh akal kita, seperti para malaikat, hari kiamat, qodha dan qodar, surga, neraka, jin, dan sebagainya.

Anakku, perkuat akidahmu. Sesungguhnya Allah Swt memuliakanmu dengan kekuasaan-Nya. Oleh karena itu, kita wajib mengerjakan apa yang Allah perintahkan kepada kita dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Kita pun juga wajib menaati Rasul-Nya yang tertulis, sesuai dengan firman-Nya :

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan penguasa pemerintahan di antara kamu.” (QS. An Nisa :59).

“Barang siapa yang menaati Rasul, maka ia telah menaati Allah.” (QS. An Nisa : 80).

Anakku, perkuat akidahmu. Tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada yang lain.
Dari Anas r.a, Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak sempurna keimanan seseorang di antara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya.”

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik/kategoritetap1/april