ANAK KOS

Bagian 03

Dan, jadi anak kos itu gak ada enaknya sama sekali, paling yang ada kalau kita main gak perlu ada laporan ke mana, pulang jam berapa, pergi sama siapa.

Tetapi ada yang hilang…

Jauh dari orang tua, jelas kalau malam terbayang sudah, indahnya makan bareng sama keluarga terus cerita, kumpul dan berbagi rasa.

Sedih lagi kalo pas sakit, sendirian. Pengen di manjain, tapi sama siapa? Kan tambah melow aku. Pengen di tanyain mau makan apa.

Intinya bukan sekedar sedih ketika lambung di paksa konsumsi mi instan tiap hari, tapi ketika sakit gak ada yang urusin. Itu lebih sakit. Hiks …

Selain belajar mandiri, belajar manajemen diri, anak kos juga harus bisa survive di segala keadaan.

Dan satu fakta yang ada di anak kos, adalah menjadi kreatif. Bisa jadi memang bawaan atau dadakan.

Contohnya adalah ketika tak ada mangkuk untuk mi instan, gelas pun jadi.
Ketika masak tak ada panci atau kompor portabel, maka teko listrik pun bisa di pakai

. Dari anak kos kita juga bisa belajar solidaritas dan rasa berbagi. Merasakan sama-sama hidup di kota orang tak ada sanak saudara.

Makanya beruntung banget buat kalian yang deket sama keluarga, enak mau makan apa aja. Makan masakan dari Mama, dengan bumbu cinta dan kasih sayang.

Ah, jadi teringat masakan Mama yang paling ter- ajib deh pokoknya.
Makanya banyakin bersyukur buat kalian yang gak jadi anak kos, sebab jadi anak rantau banyak gak enaknya.

Ada yang merasakan seperti aku juga?
Bagi pengalaman yuk, tinggalkan di kolom komentar.

Tamat.

Nubarnulisbareng/Dini Maysayu