AKU MANUSIA

Aku yang sering Kau uji
Aku yang sering kau bantai dengan cara-Mu
Aku yang sering mengeluh pada-Mu
Aku… Ya aku, dengan segala ketidakberdayaanku

Bukan nya aku tak tahu malu
Aku yang sering meminta lebih dari-Mu
Bukan karena aku kufur akan nikmat-Mu
Tapi aku selalu butuh diri-Mu

Tatkala bahagia dan nikmat datang bertubi
Serakah akan indahnya duniawi
Tak mau berganti menjadi derita
Di situlah manusia menunjukkan ketamakannya

Aku…
Aku manusia yang harusnya berbudi
Manusia yang berakal dan berakhlak
Lalu lupa, dari mana datangnya surgawi dunia yang kunikmati

Jangan…
Jangan kau jadikan aku makhluk yang tak tahu diri
Selalu sentuh aku dalam belai kasih-Mu
Hujani aku dengan segala ridho-Mu

“Fa biayyi ālāi rabbikumā tukażżibān

Nubarnulisbareng/Dini Maysayu