AKIBAT SOMBONG

Pagi itu matahari bersinar cerah. Percy si kucing Persia duduk santai di karpet hangatnya sambil menjilat-jilat bulunya yang lebat. Sajian makanan istimewa tersedia di depannya. Percy termasuk kucing yang beruntung. Dia dipelihara oleh majikan yang baik dan kaya raya. Percy yang pendiam dan setia membuat majikannya sangat menyayangi dan memanjakannya. Namun hal itu membuat Percy menjadi sombong. Dia tidak mau berteman dengan kucing lain di sekitar rumahnya.

 “Hai, kalian ngapain di sana, pergi sana jauh-jauh” Percy langsung berdiri begitu melihat Mobi dan Bengal masuk di halaman rumahnya. “Hemmm enak juga ya tinggal di sini luas dan waww ada makanan nya juga” Bengal mengendus makanan Percy. “Awas jangan sentuh itu makan mahal!” hardik Percy “Bulu mu bagus, wangi lagi” goda Bengal “Jangan mendekat. Aku tak sudi bau kotor mu menyentuhku!” “Hai kamu, jangan dekat-dekat makanan ku, atau?” ancam Percy begitu melihat Mobi hendak menyantap kue ikannya. 

“Atau apa, he….?” Bengal balik menghardik

“Aku akan teriak, biar majikanku mengusir kalian dari sini”

“Teriaklah. Aku yakin kucing lembut dan gemuk seperti kamu hanya dijadikan sebagai hiasan saja. Mengejar tikus pun tak mampu, lalu apa gunanya? Lihat aku, tubuhku berotot, lariku kencang, sekali meow semua tikus langsung terbirit-birit. Aku yakin jika majikanmu melihatku, dia akan mengangkatku”

“Jangan mimpi, Bengal”

“Kita buktikan, kalau kamu bisa melewati jembatan itu, aku tidak akan pernah menganggu mu lagi”

“Baik. Ayo kita buktikan”

“Sudahlah Bengal, jangan di teruskan. Ayo kita pergi saja dari sini” kata Mobi yang dari tadi hanya memperhatikan pertengkaran kedua kucing itu.

“Tidak bisa. Harus ada yang memberi dia pelajaran. kecuali kalau dia memang penakut”

“Percy, jangan!” Percy sudah berada di ujung jembatan. Keduanya langsung lari ke arah jembatan yang tidak jauh dari dari sana.

“Bengal, tolong cegah dia. Jembatan itu sudah rapuh, terlalu berbahaya!” Bengal bergeming. Dia masih marah.

Krakkk krakkkk byurrrrr

“Tolong … tolong …” Percy jatuh ke sungai.

“Percy, bertahanlah” Mobi berlali ke pinggir sungai. Mobi mencoba meraih Percy. Namun tak sampai. Air sungai terlalu deras.

“Bengal tolonglah dia” teriak Mobi

“Bukankah dia melarang aku untuk menyentuhnya” Bengal nampak marah

Mobi menyerah. Dia tak bisa lagi membujuk Bengal. Mobi berusaha mencari bantuan.

Percy nampak lemah. Badannya sudah mulai tenggelam.

Byurrrrr

Bengal dengan cekatan dan lincah masuk ke air. Dengan sigap dia menggigit pungguk Percy dan menyeretnya ke daratan.

Mobi membantu Bengal merebahkan Percy. “Maafkan aku, Bengal” kata Percy lemah.

Mobi menatap Bengal dia sangat bangga dengan sahabatnya yang satu ini. Dia rela berkorban demi orang yang sudah menyakitinya. “Kita antarkan ke rumahnya” kata Bengal.

“Percy dari mana saja kamu, mengapa sampai kotor begini?” melihat kucing kesayangannya datang, dengan badan penuh lumpur dan nampak lemah, majikan Percy langsung menggendong Percy ke dalam. Setelah melihat Percy sudah aman Bengal dan Mobi berjalan meninggalkan rumah Percy, tiba-tiba kedua tangan manusia merangkul keduanya. Majikan Percy membawanya ke belakang rumah besar itu, membersihkan dan merawat mereka. “Bengal, terima kasih kau telah menyelamatkan nyawaku. Maafkan aku” kata Percy menyesal “Aku juga minta maaf telah membuat jatuh ke sungai” “Alhamdulillah, kita sekarang bisa hidup bersama, majikan Percy memberi kita nama ini sebagai tanda kita menjadi bagian dari rumah ini” Mobi menggeleng-geleng kepalanya hingga lonceng kalungnya berbunyi. Akhirnya Percy, Bengal dan Mobi hidup Bahagia bersama.