AIR MATA ILALANG


Ilalang lemas lunglai …
Berdaya namun tak bisa apa
Bertahan karena keharusan
Pergi tanpa berkata
Rindu akan semburat senja

Ilalang kokoh, menjadi sandaran
Dalam dingin dan terik hanya mampu meringis menahan tawa
Berurai air mata
Sesekali ia memejamkan mata

Menertawakan mereka yang menganggap tak ada
Tersenyum terpaksa…
Sungguh, terasa ngilu.
Terdiam membisu seribu kata

Lalu ia berkata… Biarlah

Nubarnulisbareng/ Dini Maysayu.