Aduh…

‘Assalamualaikum mb’

Satu pesan WA yang sudah terbaca, terlihat nama Nina dengan profil gambar bunga mawar segar. Ibu muda dengan satu anak balita yang suka kepo dan sok sibuk.

‘Waalaikum salam’ jawabku.

‘Mbak, saya mau curhat nih boleh ya?’

‘Silahkan aja, gak usah sungkan’

‘Saya sering banget lihat tulisan mbak di fesbuk, saya itu juga pengen nulis kayak mbak, cuman belum pede aja, padahal saya juga sudah ikut kelas menulis, berpindah-pindah malah. Kasih tipsnya dong mb…’

‘yang penting berani aja.’ kuberikan emoticon semangat

‘gini mb. Saya dapat tugas menulis dari kelas menulis saya, dan hukumnya wajib. Jika sampai gak setor konsekuensinya harus left dari kelas menulis. Dan syaratnya harus diposting difesbuk dan ngetag guru beserta teman-teman.’

ungkapnya dengan emoticon beban.

‘Terus?’ jawabku

‘ Ya, saya minta tolong mb dibantuin bikin naskah opininya’.
Emoticon memohon.

‘okey, ditungguin ya..???’

Sejenak hape kumatikan, batrei lowbat, dua jam setelahnya, energi hape belum full hanya 67%, tapi kupaksa lagi untuk on.
Dan beberapa tanda bulat hijau dari beberapa pesan WA yang belum terbaca dan salah satunya dari Nina.

Kubuka pesannya

‘Mbak, ayo segera kita mulai, deadline kurang dua hari aja, besok dan besoknya lagi’

Lama tidak kujawab

‘mb…??’

‘Iya, saya disini. Mudah aja kok, langkah-langkahnya:
1 .tentukan tema/judul
2. Bikin kerangka karangan yang meliputi: Tokoh, tempat dan waktu kejadian, sebab masalah dan ending penyelesaiannya, jangan lupa cantumkan Nara sumber/ sumber beritanya.
3. Selesai, tinggal kirim. Mudahkan?’
Sekali lagi kucantumkan emoticon semangat

‘Oh, gitu ya mb,okey deh nanti malam saya coba nulis terus besok minta tolong mbak yang koreksi ya, kasih masukan kiranya kalau ada kata-kata yang gak pas mohon bantu edit’

‘Okey’
jawabku singkat.

.
.

Keesokan harinya,

‘Assalamualaikum, selamat siang mbak’
Pesan singkat Nina.

‘Waalaikum salam, wr.wb’ jawabku.

(gambar emoticon mewek berderet)
‘Mb, saya semalam lembur nulis sampai jam 2 dini hari, saya kebut bikin naskah tapi lupa save dan ilang’
Jawabnya terbayang wajah melas.

‘Cup..cup..bikin lagi’ Ledekku.

‘Kalau sekarang gak bisa, ini Si dedek lagi demam bawaannya rewel mulu, nanti malam deh saya kerjain, besok pagi mbak yang koreksi ya..?’

‘Okey, syafahullah dedek’

kutinggalkan obrolannya.

.
.

Kemudian dikeesokkan harinya lagi.

‘Assalamualaikum mb..?’

‘Waalakum salam, wr wb’.

‘Alhamdulillah, naskah sudah jadi. Saya kirim ke mbak sekarang ya.. Saya tunggu koreksinya’.

Tidak beberapa lama hapeku kembali bergetar, kubaca pesan teks dari Nina, sambil kubenahi beberapa kalimat yang tipo…. Selesai.

Kukirim balik.

‘Mks, jzkk’
Jawabnya disebrang
.
.

Sepuluh menit kemudian,

‘mb tadi saya coba mau ngirim difesbuk tapi kok aplikasinya dihape saya hilang? Saya coba cari diplaystore juga gak bisa masuk?’

Kuberikan emotcon senyum

‘Lha kok senyum aja mb? Mungkin hape saya hang kali ya, bantuin dong..’

‘Afwan gak bisa’
Jawabku singkat

‘Lha kenapa gak bisa, tolongin dong please…hari ini deadline setor naskah terakhir’
Emotcon memohon.

Kubalas dengan emotcon terbahak

‘Barusan pagi tadi saya dapat pesan dari dot.dot.dot.com facebook indonesia telah resmi di blokir’

‘Diyeeenggg, nah.. lho.. Nasib naskah saya gimana??’
Emotcon menangis berderai airmata 2 baris

Kelar!

#belajarnulisfiksiautodidak#

lellyhapsari/rumahmedia