Adi, Jangan Pipis Kasur Lagi!

Adi, Jangan Pipis Kasur Lagi!

“Aduh, aku pipis kasur lagi!” Adi terbangun dari tidurnya dalam keadaan kaget.


“Bagaimana ini? Aku takut dimarah sama bunda,” ujar Adi. Ia melihat selimutnya yang basah. Padahal Adi sudah berjanji pada bunda untuk tidak pipis kasur lagi.


Bunda yang tadinya hendak membangunkan Adi tampak terkejut.
“Sayang, ada apa? Kenapa Adi tampak bingung?” tanya bunda khawatir.
“Bunda, Adi minta maaf. Adi … Pipis kasur lagi,” jawab Adi pelan.


“Sayang, kamu sekarang sudah sekolah TK, seharusnya sudah tidak pipis kasur lagi. Bagaimana jika teman-temanmu tahu? Apa kamu tidak merasa malu?” tanya bunda mengingatkan.


“Ya, Bunda. Tapi, bagaimana caranya supaya Adi tidak pipis kasur lagi?” Adi tampak berpikir. Rasanya ia sudah bertekad tapi tetap saja kebiasaan buruknya itu terulang lagi.


“Sebelum tidur, sebaiknya Adi pipis dahulu di toilet, lalu tidak lagi minum banyak air, dan tidak lagi bermain lompat-lompatan.” Bunda memberikan nasihatnya.


“Ketika Adi sudah tidur, tetapi kemudian merasa ingin pipis, maka harus segera bangun dan pergi ke kamar mandi. Jangan membiasakan diri untuk menahan buang air kecil, karena tidak baik untuk kesehatan ginjalmu.” Bunda melanjutkan sarannya.


“Jangan lupa untuk selalu berdoa sebelum tidur untuk meminta perlindungan dari Allah,” ucap bunda.
“Baik, Bunda. Semoga nanti malam Adi sudah tidak pipis kasur lagi,” sahut Adi bersemangat.


Teman-teman, pipis di kasur adalah kebiasaan yang buruk. Selain tempat tidur kita menjadi kotor dan bau, akan ada kuman-kuman yang melekat di sana.


Mari kita belajar menjaga kebersihan diri, dan tempat tidur kita dengan tidak pipis kasur lagi, ya.

Cerita dan ilustrasi: Asri

Rumahmediagrup/Asri Susila Ningrum