5 Drakor yang Ingatkan Kita dengan Kematian

5 Drakor yang Ingatkan Kita dengan Kematian

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

Mengambil hikmah atau pelajaran hidup bisa dari mana saja, termasuk menonton drama Korea (drakor). Penulis termasuk penggemar drakor, tetapi diusahakan setiap habis nonton sebisa mungkin untuk mengambil pembelajaran hidupnya, seperti 5 drakor yang akan saya bahas ini. Kenapa memilih drakor? Sebab drakor adalah yang sedang booming saat ini, sehingga penulis ingin menyelipkan hal-hal positif di virus kekinian.

Drakor yang akan saya bahas ini termasuk drama baru. Jadi kalau sobat nulis bareng mau nonton, masih bisa mencarinya di situs-situs yang menyediakan tontonan drakor seperti viu, drakorindo, dan lain sebagainya. Penasaran drakor apa sajakah itu? Simak dulu ulasannya di sini.


1. Hotel de Luna

Pemeran Jang man Wol (dibintangi IU) dan Goo Chan Seong (dibintangi Yeo Jin Goo) Gambar: instagram/hotel_del_luna

Drama Korea terpopuler tahun 2019 ini bercerita tentang seorang gadis bernama Jang Man Wol yang dikutuk di sebuah hotel. Hotel itu diperuntukkan bagi ruh-ruh gentayangan atau ruh-ruh yang masih punya penyesalan di dunia (urusan yang belum terselesaikan). Di Hotel Del Luna-lah para roh itu menyelesaikan segala urusannya barulah ia akan menyebrang ke akhirat. Di ceritanya drakor ini ada pesan jangan mendendam terhadap orang lain, apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai, dan pesan-pesan tentang kehidupan lainnya. Namun, yang paling penting kalau drama Korea ini mengingatkan kita tentang kematian.

Dalam Islam penjelasan tentang kematian itu adalah awal perjalanan kita menuju akhirat terdapat di dalam kisah Utsman (khalifah Islam ketiga) berikut ini,


Diambil dari sumber muslim.or.id (15/07/2008),


Suatu hari ada seorang yang bertanya: “Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih).

Melihat penjelasan di atas, dalam ajaran Islam, manusia yang telah meninggal segala urusannya di dunia sudah selesai dan dia mempertanggung jawabkan semua perbuatan serta perkataannya di hadapan Allah Swt.

2. Doctor John

Pemeran Cha Yo Han (dibintangi Ji Sung) Gambar: instagram.com/justin_jisung

Drakor ini juga termasuk drama terpopuler dan terbaik tahun 2019. Bercerita tentang seorang dokter bernama Cha Yo Han yang mengidap sebuah penyakit langka CIPA (Congenital Insensitivity to Pain with Anhidrosis). CIPA adalah penyakit gangguan yang menyerang kepekaan saraf dalam merespon rasa sakit. Intinya, orang CIPA tidak bisa merasakan sakit, tidak bisa merasakan suhu panas atau dingin, dan tidak bisa berkeringat, sehingga harus benar-benar hati-hati dalam menjaga kondisi. Selain mengidap CIPA, Cha Yo Han juga seorang mantan narapidana. Ia dituduh membunuh pasiennya sendiri.

Doctor John adalah drakor yang bertema medis, maka wajar bila dalam ceritanya akan mengangkat soal kematian. Banyak pesan positif yang bisa diambil dari drakor ini. Namun, saya paling terenyuh dengan adegan yang ada di episode 22, yaitu percakapan antara seorang anak kecil dengan Cha Yo Han berikut ini,

“Ibuku pergi ke akhirat. Belum lama ini,” ujar seorang anak kecilmenatap langit. “Anda tahu seperti akhirat itu seperti apa?”

“Tidak. Aku belum tahu,” jawab Cha Yo Han.

“Kalau begitu, Anda tahu apa itu kematian?” tanya anak kecil itu lagi.

“Tidak juga,” jawab Cha Yo Han.

“Menurutmu, kapan seseorang akan mati? Apakah saat peluru menusuk jantung mereka? Bukan. Atau saat mereka memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Bukan. Apa saat mereka makan sup jamur beracun? Bukan,” ucap anak kecil itu.

“Lalu kapan seseorang mati?” tanya Cha Yo Han.

Saat mereka dilupakan oleh orang yang mereka cintai. Itu yang mereka katakan di film “Coco”. Jadi, aku tidak akan pernah melupakan dia. Ibuku. Orang tercantik di dunia,” ujar anak kecil itu.

Percakapan yang sederhana itu memiliki makna yang dalam bagi saya. Mengapa? Sebab dalam Islam, sebagai orang tua saya harus mengajarkan apa itu kematian kepada anak-anak saya. Tentu saja dengan bahasa yang bisa mereka (anak-anak saya masih balita) pahami. Selain itu, saya pun harus mengenalkan surga dan neraka.

Kemudian, perbuatan apa saja yang dapat mengantarkan kita ke surga atau neraka. Hal-hal itulah yang harus saya tanamkan kepada anak-anak, agar mereka selalu berbuat kebaikan dan enggan melakukan keburukan. Ternyata yang paling utama dalam mengajarkan anak-anak adalah menanamkan aqidah Islam pada anak, kemudian adab, dan barulah ibadahnya.

Yang dimaksud dengan aqidah adalah hanya menggantungkan segala sesuatunya kepada Allah Swt. semata. Dilansir dari konsultasisyariah.com (28/12/2009), yang utama dalam mengajarkan anak-anak adalah membiasakan mereka dengan aqidah, adab-adab Islam, dan amalan Islam semenjak dini. Agar apa yang kita ajarkan itu benar-benar tertanam kokoh dalam jiwa mereka. Hal ini terdapat dalam hadis Rasulullah berikut ini,

“Dari sahabat Ibnu Abbas ia berkata: Suatu hari aku membonceng Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda kepadaku: ‘Wahai nak, sesungguhnya aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah (syariat) Allah, niscaya Allah akan menjagamu, jagalah (syariat) Allah, niscaya engkau akan dapatkan (pertolongan/perlindungan) Allah senantiasa di hadapanmu. Bila engkau meminta (sesuatu) maka mintalah kepada Allah, bila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah (yakinilah) bahwa umat manusia seandainya bersekongkol untuk memberimu suatu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat melainkan dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan untukmu, dan seandainya mereka bersekongkol untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan mampu mencelakakanmu selain dengan suatu hal yang telah Allah tuliskan atasmu. Al Qalam (pencatat takdir) telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering.’” (Riwayat Ahmad dan At Tirmizy).

Iya, mengajarkan kepada anak-anak tentang ke-Esa-an Allah Swt. lebih utama. Kemudian selalu melibatkan Allah dalam setiap berkegiatan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Jika pembiasaan ini terus menerus dilakukan, InsyaAllah kecintaan anak-anak dalam berbuat baik akan tumbuh seiring pemahamannya tentang adab dan ibadah bertambah. Maka ia pun akan mulai memahami bahwa dengan mengingat kematian, akan semakin membuat mereka berlomba berbuat kebaikan.

3. Welcome 2 Life

Tim Investigasi Kasus Khusus yang Diketuai oleh Lee Jae Sang (dibintangi oleh Rain) Gambar: instagram.com/mbcdrama_now

Welcome 2 Life bercerita tentang Lee Jae Sang seorang pengacara yang zalim dan licik. Demi meraih keuntungan dia tega membela orang-orang jahat, hingga sebuah kecelakan yang sempat membuatnya koma dan akhirnya bisa merubah prinsip sekaligus jalan hidupnya.
Dalam cerita Welcome 2 Life, Lee Jae Sang menyampaikan kalau dia pernah hampir meninggal, sehingga saat diberikan kesempatan kedua untuk hidup kembali, dia ingin berubah dengan menegakkan keadilan. Kisah drakor ini sebenarnya mirip seperti orang koma dan mati suri. Biasanya jika orang-orang yang pernah mengalami pengalaman hampir meninggal, saat mereka sembuh atau mendapat kehidupan kedua, orang-orang tersebut akan berusaha menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Mungkin sahabat pun pernah mendengar atau menyaksikan kesaksian atau pengalaman orang-orang yang berubah karena dia pernah koma atau mati suri. Jadi, saya merasa drakor ini mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan kehidupan ini.


Dalam Islam, kita pun tidak boleh menyia-nyiakan waktu, sebab kita akan rugi sendiri nantinya. Hal tersebut sudah terkandung dalam firman Allah Swt. dalam surah Al-Ashr ayat 1 sampai 3, yang artinya:

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

4. The Game: Towards Zero

The Game: Towards Zero, Gambar: soompi.com

Drakor yang baru saja berakhir 12 Maret lalu ini selalu mendapatkan rating tinggi. Menceritakan tentang seorang pemuda bernama Kim Tae Pyeong (Tae Pyeong, diperankan oleh Ok Taecyeon), yang memiliki kekuatan supranatural bisa mengetahui penyebab kematian seseorang, hanya dengan menatap matanya. Suatu waktu, Tae Pyeong bertemu seorang detektif polisi wanita bernama Seo Joon Young (Joon Young, diperankan oleh Lee Hyeon Hee), ketika melihat mata gadis itu ia tidak bisa melihat proses kematian Joon Young.


Tae Pyeong yang penasaran mengapa ia tidak bisa melihat proses kematian Joon Young, akhirnya memutuskan untuk membantu si detektif wanita melakukan penyelidikan sebuah kasus penculikan. Dari penculikan inilah terkuak sebuah misteri, terkait pembunuhan berantai puluhan tahun lalu. Penyelidikan demi penyelidikan membuat hubungan mereka semakin dekat. Di saat itulah seorang dokter forensik misterius bernama Jo Hyun Woo (Hyun Woo, diperankan oleh Im Joo Hwan), berusaha mencari celah agar hubungan Tae Pyeong dan Joon Young merenggang.

Kekuatan supranatural yang dimiliki Tae Pyeong mengingatkan kita kalau setiap makhluk hidup, seperti manusia pasti akan mati. Hal ini tertuang dalam Alquran surah Ali-Imran ayat 185, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya,

Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan.”

5. Hi Bye, Mama!

Kim Tae Hee di Hi, Bye Mama!, Gambar: soompi.com

Drakor Hi, Bye Mama! adalah drama keluarga yang diselingi komedi. Drama Korea ini masih on going atau masih tayang dan menyisakan beberapa episode lagi. Menceritakan kehidupan seorang wanita bernama Cha Yu Ri (dibintangi oleh Kim Tae Hee), yang diberikan kesempatan hidup kembali selama 49 hari, dan menjalankan sebuah misi. Di mana misi tersebut mengharuskan Cha Yu Ri kembali ke kehidupan lamanya, yaitu sebagai ibu dari anaknya.


Dikarenakan ia dihidupkan kembali dari kematian, Cha Yu Ri memiliki kemampuan untuk berdiskusi dan berdialog dengan hantu. Ternyata anaknya juga memiliki kemampuan yang sama, akhirnya Cha Yu Ri memutuskan untuk melindungi anaknya dari para hantu-hantu tersebut. Mampukah Cha Yu Ri melindungi anaknya?

Kisah Cha Yu Ri mengingatkan kita tentang hidup, mati, dan jodoh adalah rahasia Allah SWT. Sebab manusia itu berasal dari jasad dan ruh. Bila manusia meninggal ruh kitalah yang akan kembali ke Allah SWT dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita. Sementara jika kita masih diberikan kesempatan bernapas, berarti ruh kita masih bersatu dengan jasad kita. Terkait kapan ruh ini akan dicabut semua adalah rahasia Allah SWT. Sebab, Allah-lah yang akan menjaga ruh-ruh manusia. Hal tersebut sudah difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Alquran surah Az-Zumar ayat 42, yang artinya,

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.”

Oleh karena itu, kita sebaiknya bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Salah satunya dengan terus berbagi kebaikan lewat tulisan. Itulah 5 drama Korea terbaru yang mengingatkan kita dengan kematian. Apakah sahabat memiliki film atau buku atau drakor yang juga menginspirasi? Silakan berikan tanggapannya di kolom komentar ya. Terima kasih.

Sumber: https://www.talitha-rahma.com/2019/09/3-drakor-ini-ingatkan-kita-tentang-kematian.html?m=1 https://www.talitha-rahma.com/2020/03/tidak-suka-itaewon-class-tonton-5-drakor-berkekuatan-supranatural.html?m=1

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr

One comment