JEJAK PANDEMI (PART 13)

JEJAK PANDEMI (PART 13)

Low key and Frog Eye Angle

Hai Sob, kemarin sudah menyimak beberapa istilah dalam fotografi, itu baru secuil ya yang sering terucap dari mulut coach, masih banyak lagi istilah yang … Ah sudahlah, yang penting kita faham istilah yang dasar juga sudah Alhamdulillah.

Lanjut cerita lagi yuk!

Setelah belajar berenang dalam ilmu “High Key Raw”, sekarang saya lanjutkan ke “Low Key”. Objek yang diambil temanya tea atau coffe. Untuk teknik ini, background atau alasnya harus hitam pekat, usahakan seminimal mungkin gelombang dalam alasnya. Tidak disarankan menggunakan properti seperti bunga-bunga atau daun-daun plastik atau artificial, serta bunga- bunga kering ataupun tanaman hidup kecuali yg berhubungan dengan teh (seperti bunga rosella, telang, melati, kapulaga, cengkeh, rimpang, dan sejenisnya). Kalaupun menggunakan properti  jangan lebih dominan posisinya.

Kalau bisa minimalkan pantulan cahaya, air kopi atau teh, mulut cangkir terlihat, sendok diletakan terbuka. Jika menggunakan properti, posisi antar properti jangan terlalu berdekatan. Oh iya, hindari ampas kopi pada cangkir atau gelas karena mengurangi nilai estetika.

Dalam pemahaman saya (CMIIW), low key itu lebih ke dark mode fotografi. Jika alas aslinya kurang pekat maka sebaiknya diedit lagi hingga mendapatkan kepekatan maksimal. Kalau di snapseed biasanya saya menggunakan tool brush dengan memilih fitur dodge and burn, exposure, temperature atau saturation yang ada pada alat brush, lalu sentuh pada bagian yang mau diedit.

Untuk tema low key, pencahayaan jangan terlalu kuat. Jika hasil foto yang kita ambil ternyata terlalu kuat, jangan khawatir, bisa diedit di opsi image atau poles gambar, brightness atau kecerahannya bisa diturunkan.

Eh, biar tidak bingung saat pilih opsi image atau poles gambar, boleh disimak keterangan berikut ya!

Fungsi opsi pada tune image;
Brightness: untuk mengatur tingkat kecerahan gambar, menerangkan/menggelapkan foto
Contrast: semakin tinggi semakin tidak keras atau tidak natural, semakin rendah foto jadi tidak berbayang
Saturation: untuk merubah tingkat ketajaman warna
Ambiance: untuk mengontrol keseimbangan cahaya, membuat objek lebih gelap dan memunculkan bayangan
Highlight: untuk menambah kecerahan di ujung-ujung gambar

Sip, sebelum lanjut, saya mau pamerin dulu hasil karya saya, hehehe.

Sumber: Dokumen Pribadi
Sumber: Dokumen Pribadi

Belum cakep sih, tapi lumayanlah dapat komentar “Bagus” juga udah seneng. Hehehe.

Udah faham ya? Kita lanjut berlayar ke samudera berikutnya, mau? Oke, come on!

Setelah selesai di low key, kita lanjut ke “Frog Eye Angle“. Kemarin sudah saya tuliskan ya kalau “Frog Eye Angle” itu maksudnya sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar 
dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Fokus tehnik ini adalah membuat objek berukuran kecil akan terlihat besar atau jika objek berukuran besar akan terlihat tinggi mewah menjulang.

Agar hasilnya maksimal (saya take fotonya berkali-kali baru bisa bener hahaha), sebaiknya pilih objek yang akan difoto yang bisa diletakan di tanah atau di lantai. Objek yang kurang sesuai ditempatkan di tanah (makanan, minuman, tumbler, kaca mata, skin care, kosmetik, dan sebagainya) sebaiknya dihindari. Background jangan terlalu ramai. Posisi HP saat moto harus menyentuh tanah, mendongak 45 derajat ke muka kita dan dibalik (ini untuk kamera hp yang ada di bawah ya).

Oh iya, take foto jangan terlalu dekat, beri jarak agar objek tidak terlalu depan dan tanah atau lantai harus terlihat. Teknik ini dikatakan berhasil jika di bagian depan objek tampak ngeblur. Nah, saya sempat bingung soalnya nggak muncul-muncul tanda blurnya, ternyata katanya baru muncul kalau bidangnya tidak licin seperti lantai. Kalau alasnya licin jadinya sedikit memantul bukan ngeblur. Oh iya, saat take foto, jangan melawan cahaya matahari juga ya agar objek tidak silau.

Mau lihat hasil foto saya yang diambil berkali-kali karena merasa gagal terus gara-gara tanda blurnya nggak muncul? Silakan dilihat di bawah ini!

Sumber: Dokumen Pribadi

Lumayan lah, kata coach teknik pengambilan gambar sudah benar. Tapi punya teman-teman yang lain kelihatan banget ada bagian yang nge-blur di depan objeknya.

Oke, sampai sini dulu ya, mau nguprek di dapur dulu, insya Allah dilanjutkan di tulisan berikutnya.

_Wina Elfayadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day4
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup